Kamis, 05 Juli 2018

Tugas Softskill (Manajamen Layanan Sistem Informasi)

Nama: Fernando Andreas
Kelas: 2KA23
NPM: 12116799
Dosen: Siti Rahma

Universitas Gunadarma


1. Operasi Layanan

Hasil gambar untuk GAMBAR OPERASI LAYANAN

-Pengantar-
Mungkin sebagian besar dari pembaca sekalian, apabila mendengar kata "Sistem Operasi", pikiran teman - teman sekalian akan langsung tertuju pada Windows, Linux, Apple. Iya, benar. Windows, Linux dan Apple merupakan beberapa contoh dari Sistem Operasi. Tapi, tahukah Anda, apa sebenarnya Sistem Operasi itu?

Jadi, definisi simpelnya, Sistem Operasi adalah sebuah software/program yang berjalan dan bertugas untuk mengatur eksekusi program lainnya (Application Program). Sistem operasi bisa juga disebut sebagai perantara antara aplikasi dengan hardware. Maksudnya adalah, apabila sistem operasi itu tidak ada, maka kita (user) akan berinteraksi langsung dengan hardware menggunakan bahasa mesin yang relatif sangat sulit untuk dimengerti.

-Maksud dan Tujuan-
- Sistem Operasi membuat komputer menjadi lebih mudah dan menarik serta nyaman untuk digunakan.
- Sistem Operasi memungkinkan sumberdaya komputer digunakan secara efisien.
- Sistem Operasi yang disusun/ diprogram sedemikian rupa memungkinkan menerima perubahan/ pengembangan baru yang efektif dan efisien, dapat melakukan pengujian sistem tanpa mengganggu layanan yang telah ada.
Dan Tujuannya:
  • Kemudahan
mempermudah seseorang untuk melakukan/menjalankan program dalam komputer yang bersifat rumit di kerjakan didalam komputer yang tanpa os,sedangkan jika ada os mempermudah seseorang untuk melakukan/menjalankan program yang ia suka sesuai keinginan dan sesuai dengan kebutuhanya.
  • Efisien
hemat tenaga dan waktu, mendapatkan hasil maksimal tanpa mengeluarkan banyak tenaga atau pemikiran dari orang-orang jika menggunakan OS.
  • Kemampuan untuk berkembang
OS tidak hanya satu program yang terfokus, Os akan berkembang sesuai dengan jaman dan kebutuhan orang.
Jadi tujuan dari Sistem Operasi agar dapat merancang sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutahan kita, agar dapat memilih alternatif sistem operasi, memaksimalkan penggunaan sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem operasi dapat diterapkan pada aplikasi-aplikasi lain.

-Nilai Operasi Layanan-
Maksud dari Service atau layanan adalah sarana penyampaian nilai kepada pelanggan dengan memfasilitasi hasil untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan seseorang secara memuaskan.
Hasil yang diinginkan pelanggan untuk mencapai ini adalah alasan mengapa mereka membeli atau menggunakan Service. Biasanya ini akan dinyatakan sebagai tujuan bisnis tertentu (mis. untuk memungkinkan pelanggan dari bank untuk melakukan semua transaksi dan manajemen account aktivitas online atau untuk memberikan pelayanan negara kepada warga dengan cara yang hemat biaya). Nilai layanan kepada pelanggan secara langsung tergantung pada seberapa baik layanan memfasilitasi hasil ini.
Ini adalah konsep umum yang berlaku untuk pembelian layanan. Mempertimbangkan perencanaan keuangan. Sebagai pelanggan, tidak memiliki keahlian atau waktu, maupun keinginan untuk menangani semua hari-hari pengambilan keputusan dan pengelolaan investasi secara individu yang diperlukan.
Oleh karena itu, membeli jasa seorang manajer profesional untuk memberikan pelayanan. Selama Kinerja mereka memberikan nilai (meningkatkan kekayaan) akan di pertahankan untuk terus di pakai pelayanannya.
Di masa mendatang, penyedia layanan sering berfokus pada teknis (sisi penawaran) berpusat pada layanan, bukan pada sisi konsumsi.
-Fungsi dan Aktivitas Utama dari  Operasi Layanan-
Manajemen Pelayanan dapat menyediakan pelayanan sebagai berikut:
  •   Memahami layanan yang mereka sediakan baik dari konsumen dan perspektif penyedia
  •   Memastikan bahwa layanan benar-benar agar peanggan mendapatkan yang diinginkan
  •   Memahami nilai service tersebut kepada pelanggan mereka dan karna mereka yang terpenting
  •   Memahami dan mengelola semua biaya dan risiko yang berkaitan dengan pemberian
  •   layanan tersebut.

Manajemen pelayanan adalah seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan hasil kepada pelanggan dalam bentuk layanan. “Kemampuan Khusus Organisasi” ini meliputi proses, kegiatan, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan dalam memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai.
Meskipun tidak ada definisi tunggal profesi, profesi diterima secara luas bahwa kata profesi berlaku di mana sekelompok orang berbagi standar umum dan disiplin berdasarkan tingkat tinggi pengetahuan dan keterampilan, yang diperoleh dari skema pendidikan terorganisir didukung oleh pelatihan melalui pengalaman dan diukur dan diakui melalui kualifikasi formal. Selain itu, profesi berusaha untuk menggunakan pengaruhnya melalui pengembangan pedoman praktik yang baik dan saran dalam rangka meningkatkan standar kinerja di bidang yang diberikan.
Manajemen layanan memiliki hak yang jelas untuk menganggap dirinya sebagai sebuah profesi, dan latihan disiplin manajemen pelayanan sebagai praktek profesional dilakukan dan didukung oleh komunitas global ditarik dari semua sektor pasar. Ada tubuh yang kaya pengetahuan dan pengalaman termasuk skema formal untuk pendidikan individu.
2. Pengelolaan Layanan Bisnis
-Ruang Lingkup-
Hasil gambar untuk ruang lingkup
Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan. Ruang lingkup juga dapat dikemukakan pada bagian variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Penggambaran Ruang lingkup Dapat Kita Nilai Dari data karakteristik responden perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana keadaan responden penelitian kita, yang boleh jadi diperlukan untuk melihat data hasil pengukuran variabel-variabel yang diteliti.
Sebagai Contoh Ruang lingkup Pada populasi dan sampel Dapat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian, Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental.
-Maksud dan Tujuan-
Untuk menjawab dan memecahkan berbagai persoalan yang ada dalam kehidupan maka lahirlah berbagai macam ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber ilmu filsafat yang di anggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan di kelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu :

1.      Ilmu-ilmu Alamiah (natural science). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.
2.      Ilmu-ilmu sosial (social science). ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
3.      Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah manusia .

Maka dari itu pelajaran ilmu sosial dasar diberikan kepada mahasiswa sebagai suatu bahan program studi atau mata kuliah umum. Mata kuliah umum sosial dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya .
Tujuannya:

a. Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam.

b. Tujuan khusus:
1.      Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-maslah sosial yang ada dalam masyarakat.
2.      Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
3.      Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya).
4.      Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah sosial yang timbul dalam masyarakat.

-Prinsip-Prinsip Umum Pengelolaan Layanan Bisnis-
1. Prinsip Otonomi

Otonomi dapat diartikan sebuah kebebasan yang diberikan untuk seseorang atau pihak tertentu. Ditinjau dari prinsip bisnis, maka prinsip otonomi berarti sebuah perusahaan atau pelaku usaha memiliki kebebasan mutlak untuk menjalankan kegiatan usaha dan perekonomian sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. Tidak ada suatu pihak tertentu atau lembaga lain yang berupaya menentukan batasan dan aturan khusus bagi pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu, selama kegiatan yang dilakukan legal atau tidak melanggar hukum, dan semua kewenangan itu ada dalam kendali tangan pelaku usaha.(baca juga : manfaat ekonomi kreatif , Ruang Lingkup Ekonomi Moneter)
Prinsip otonomi akan melahirkan visi dan misi perusahaan yang lebih terpusat dan terarah dalam kegiatan usaha. Adanya hal tersebut merupakan pedoman dalam menentukan segala kebijakan perusahaan dalam mengambil tindakan dan keputusan untuk mengatur arah dari kegiatan usaha agar lebih produktif dan efisien. Keuntungan dengan adanya prinsip otonomi dalam bisnis adalah perusahaan akan bekerja dengan orientasi yang lebih terarah dalam mewujudkan tujuannya yaitu memberikan keuntungan maksimal sehingga secara merata akan berdampak pada meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran pelaku usaha, sekaligus segala perangkat di dalam perusahaannya. Dengan menerapkan prinsip otonomi diharapkan antar pelaku usaha tidak saling merugikan dengan pihak lain dan mengetahui batasan-batasan dalam kegiatan usaha maupun persaingan.(baca juga : prinsip ekonomi syariah , Etika Bisnis Syariah)
2. Kejujuran

Atribut kejujuran pada seseorang melambangkan sebuah karakter dan sikap yang dimiliki oleh orang tersebut. Begitu pula makna kejujuran dalam prinsip bisnis, adanya hal tersebut menunjukkan sebuah karakter yang dapat meningkatkan value bagi perusahaan. Pada dasarnya karakter inilah yang membedakan antar perusahaan yang satu dengan yang lainnya dalam kaitannya dengan sukses tidaknya strategi branding terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan, yaitu dapat dilihat dari bagaimana antusiasme masyarakat dalam menerima produk perusahaan tersebut. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan angka kepuasan yang tinggi pula dalam mengapresiasi manfaat produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, sehingga secara berkelanjutan akan membentuk rasa kepercayaan dalam masyarakat terhadap produk yang dihasilkan dan kemudian akan berdampak pada terbentuknya konsumen yang loyal.(baca juga : kebutuhan dasar manusia , Ciri Ciri Sistem Ekonomi Tradisional)
Dengan melihat pola kegiatan usaha yang berjalan seperti ini maka secara langsung tidak hanya akan berdampak pada stabilnya perolehan keuntungan, akan tetapi keuntungan bisnis secara terus menurus dapat meningkat dengan signifikan. Itulah salah satu manfaat prinsip kejujuran berbisnis dalam memberikan informasi tentang kualitas produk. Selain itu penerapan prinsip kejujuran dalam bisnis juga mencakup ruang lingkup yang berkaitan dengan kejujuran dalam memberikan harga yang sesuai dengan kualitas barang, kejujuran dalam menjalin kegiatan kemitraan yaitu dengan memenuhi segala perjanjian yang telah disepakati bersama, dan dalam tubuh perusahaan itu sendiri masing-masing perangkat bekerja dengan menerapkan iklim kejujuran dalam menggerakkan dan mewujudkan visi misi perusahaan.
3. Keadilan

Prinsip keadilan dalam bisnis bertujuan agar segala sesuatu yang tertuang dalam visi dan misi perusahaan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pada dasarnya setiap elemen dalam perusahaan memiliki peran masing-masing, dimana dari seluruh peran tersebut akan berdampak pada satu tujuan yang sama yaitu menyokong produktivitas kegiatan usaha. Prinsip keadilan dalam internal perusahaan berperan dalam pembagian porsi kewajiban atau tugas secara merata dari masing-masing elemen, misalnya karyawan harus menunjukkan kinerja terbaiknya dalam menjalankan setiap tugasnya dan pemilik usaha memberikan upah dan reward kepada karyawan secara adil dengan melihat performance dalam menyelesaikan tanggung jawab mereka.(baca juga : bentuk-bentuk pasar , Struktur Pasar Oligopoli )
Penerapan prinsip keadilan tidak hanya sebatas pada mekanisme internal perusahaan saja, akan tetapi secara menyeluruh juga harus meliputi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan interaksi eksternal perusahaan seperti bentuk pelayanan kepada konsumen dan kerjasama dengan mitra kerja yang semuanya harus dijalankan dengan prinsip keadilan. Misalnya dalam memberikan pelayanan kepada konsumen tidak ada penentuan kriteria atau prioritas tertentu, semua konsumen diperlakukan sama dan adil tanpa membeda-bedakan, kemudian dalam kegiatan kemitraan antar pihak perusahaan dan pihak luar harus menjalankan kewajibannya masing-masing sesuai dengan kesepakatan bersama.(baca juga : manfaat kerjasama ekonomi antar negara , Sistem Keuangan Internasional Dari Masa Ke Masa)
4. Saling Menguntungkan

Dalam bisnis sangat wajar terjadi sebuah persaingan, terlebih untuk perusahaan yang memiliki kesamaan dalam segmentasi konsumennya. Berlomba-lomba dalam menghadirkan produk terbaik merupakan sebuah ajang yang tidak bisa dihindari oleh setiap produsen untuk menarik perhatian dan minat konsumen. Terlebih lagi dengan kondisi masyarakat yang sangat paham akan perkembangan teknologi seperti saat ini yang membuat mereka semakin cerdas dalam memilih produk, dan disinilah letak tantangan bagi para produsen untuk menghasilkan produk yang lebih inovatif dan up to date.(baca juga : kelebihan memilih pasar persaingan sempurna)
Melihat persaingan bisnis yang semakin kompetitif, akan sangat bijak sekali jika setiap pengusaha saling menerapkan etika dan prinsip bisnis untuk saling menguntungkan antar sesama. Langkah tepat untuk mewujudkan prinsip tersebut adalah dengan menciptakan iklim persaingan yang sehat dalam pasar. Cara pertama yang bisa ditempuh untuk menciptakan kondisi tersebut adalah dengan tidak menjatuhkan harga untuk barang yang sejenis, permainan harga selain berdampak pada semakin sedikitnya margin keuntungan yang diperoleh juga akan menambah beban produksi. Cara kedua yang bisa diterapkan yaitu tidak mencari dan mengungkit keburukan produk kompetitor melalui iklan atau media promosi lainnya. Contoh dari penerapan kedua cara tersebut merupakan win-win solution yang pada dasarnya masing-masing pengusaha akan tetap memperoleh keuntungan dari kegiatan pasar, meskipun berada dalam tengah-tengah persaingan yang ketat.(baca juga : Perbedaan Ekonomi Klasik dan Modern)
5. Integritas Moral

Dengan berpedoman pada prinsip integritas moral berarti secara fisik dan mental para pelaku usaha menyadari bahwa bisnis bukan hanya sekedar mengejar keuntungan semata, namun lebih dari itu yaitu bahwa bisnis merupakan media yang memberikan banyak manfaat untuk masyarakat. Cara berfikir yang benar dalam berbisnis adalah bagaimana produk yang dihasilkan diminati dan dijadikan pilihan utama oleh masyarakat. Masyarakat pada hakikatnya adalah elemen yang paling utama dibanding keuntungan bisnis itu sendiri, karena bagaimanapun nyawa bisnis adalah interaksi dengan konsumen yang berujung pada loyalnya konsumen dengan produk tersebut. (baca juga : teori perilaku konsumen , Peran Pemerintah Sebagai Pelaku Ekonomi)
-Hubungan Pengelolaan Layanan Bisnis dengan Proses Manajemen Lainnya-
Hubungan Proses bisnis dengan sistem informasi adalah seperangkat aktivitas yang berhubungan secara logis yang menjelaskan bagaimana tugas bisnis tertentu dilaksanakan, dan bisnis dapat dipandang sebagai sekumpulan proses bisnis. Proses bisnis adalah aliran kerja yang konkret dari bahan baku, informasi, dan pengetahuan. Proses ini juga menunjukkan cara kerja unik di mana perusahaan mengoordinasikan pekerjaan. Proses bisnis juga mengacu pada cara-cara yang unik di mana organisasi koordinat kerja, informasi, dan pengetahuan, dan cara manajemen yang memilih untuk mengkoordinasikan pekerjaan.Para manajer perlu memerhatikan proses bisnis karena mereka menentukan seberapa baik perusahaan dapat menjalankan bisnisnya, sehingga menjadi sumber yang potensial dari keberhasilan atau kegagalan strategi. Meskipun setiap fungsi bisnis utama memiliki serangkaian proses bisnis sendiri, banyak proses bisnis lainnya mencapai efisiensi yang besar dengan mengotomatiskan bagian dari proses ini atau dengan membantu mendesain ulang dan mempersingkat proses tersebut. Perusahaan dapat menjadi fleksibel dan efisien dengan mengoordinasikan proses bisnisnya secara dekat, dan dalam beberapa hal, mengintregasikan proses ini sehingga berfokus pada manajemen sumber daya dan layanan yang efisien.

Daftar Pustaka







Kamis, 17 Mei 2018

Manaj. Layanan Sistem Informasi #

Nama : Fernando Andreas
Kelas : 2KA23
NPM : 12116799
Dosen : Siti Rahma

DESAIN LAYANAN

- Pengantar

Bagaimana memahami manajemen layanan?

Untuk memahami manajemen layanan, kita dapat melakukan pengamatan proaktif pada pemberian layanan IT yang dilakukan untuk memastikan agar sebelumnya target menyepakati tanggung jawab, kualitas, dan ketersediaan secara konsisten dapat terpenuhi.

Kenapa sangat penting untuk perusahaan?


Karena dengan adanya sebuah manajemen layanan dalam bidang IT ini akan membuat perusahaan lebih mudah dalam pemberian layanan IT sendiri, dan ketika suatu perusahaan mulai banyak membutuhkan IT sebagai penyedia layanan, semakin penting untuk memperhatikan tingkat kebaikan dan kualitas layanan. Jika layanan IT ingin dikelola secara efektif, harus memperhatikan langkah-langkah yang akan diterapkan untuk memastikan bahwa kinerja yang sebelumnya telah sepakat untuk di toleransi. Nah disitulah peranan penting dari majemen layanan ini dalam perusahaan agar semua kebijakan dan jalannya perusahaan dapat terkontrol.


- Kenapa harus Desain Layanan?

Tanpa desain layanan mapan, layanan akan menjadi kurang stabil dan lebih mahal untuk mempertahankan dan menjadi semakin kurang mendukung bisnis dan kebutuhan pelanggan. Selanjutnya, biaya mengoreksi kekurangan-kekurangan ini hampir selalu lebih tinggi daripada biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mencegah mereka pada tahap desain.

Tidak setiap perubahan akan memerlukan kegiatan desain layanan. Sebaliknya ini disediakan untuk perubahan 'signifikan'. Setiap organisasi harus memutuskan definisi sendiri 'Signifikan' dan menggunakan proses perubahan manajemen untuk menilai signifikansi dari setiap perubahan dan karena itu apakah kegiatan desain layanan harus digunakan. desain pelayanan yang baik akan memberikan berbagai manfaat bisnis yang membantu untuk menggarisbawahi pentingnya dalam desain layanan baru dan berubah. Ini adalah sebagai berikut:

• Layanan biaya rendah karena dukungan dan peningkatan yang lebih rendah biaya, yang mengarah untuk menurunkan total biaya kepemilikan (TCO).
• Layanan yang secara konsisten memberikan tingkat yang diperlukan kualitas dan keselarasan untuk bisnis dan kebutuhan pelanggan.
• Lebih cepat dan lebih mudah pengenalan layanan baru dan perubahan.
• Tata kelola yang lebih baik untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan hukum dan perusahaan dan pedoman.
• Kemampuan pengukuran yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan dan terus-menerus perbaikan.

Miskin perencanaan, persiapan dan manajemen alasan umum untuk kegagalan rencana dan proyek-proyek pada umumnya dan desain dan penyebaran layanan baru dan berubah pada khususnya. ITIL membantu mencegah hal ini dengan menawarkan panduan tentang mempersiapkan dan merencanakan penggunaan orang, proses, produk dan mitra:

Adapun manfaat dari ITIL dengan menyediakan pendekatan sistenatis untuk manajemen
layanan TI, ITIL dapatmembantu sebuah perusahaan dalam cara berikut:

·   Mengurangi biaya
     Peningkatan layanan TI melalui penggunaan proses-proses praktek terbayangtelah terbukti Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan standar dan pedoman Meningkatkan produktivitas Meningkatkan penggunaan keterampilan dan pengalaman.

k   - Lima Aspek Utama Desain Layanan pada ITIL
  1. Solusi layanan baru atau perubahan.
  2. Sistem manajemen layanan dan perangkatnya, khususnya Portfolio Layanan.
  3. Arsitektur teknologi dan sistem manajemen.
  4. Proses, peran dan kemampuan.
  5. Metode pengukuran dan satuan.

- Tujuan Desain Layanan
    • Mempertemukan manfaat bisnis yang telah disetujui.
    • Proses untuk menunjang siklus hidup layanan.
    • Mengidentifikasi dan mengeloli resiko.
    • Desain Keamanan & kerentanan infrastruktur TI.
    • Membangun keahlian & kemampuan dalam TI.
    • Kontribusi pada keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI.
- Paket Desain Layanan

  • Mendefinisikan seluruh aspek dalam layanan TI dan keseluruhan persyaratan dari setiap tingkatan dalam siklus hidup layanan. SDP dihasilkan untuk setiap layanan TI baru, perubahan mayor, atau layanan TI yang dikeluarkan.


Transisi LAyanan


- Pengantar

Telah ada sering terjadi pemutusan antara pembangunan dan operasi departemen dalam IT, yang akibatnya telah menyebabkan banyak implementasi yang gagal dari layanan baru atau diubah. Layanan transisi berkaitan dengan menjembatani kesenjangan yang lancar, memastikan bahwa persyaratan operasional sepenuhnya dipertimbangkan dan dipenuhi sebelum apa-apa dipindahkan ke lingkungan hidup, termasuk dokumentasi dan pelatihan bagi pengguna dan staf pendukung. Layanan transisi juga bertanggung jawab untuk dekomisioning dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan.
transisi yang mulus dicapai dengan mengambil paket desain layanan baru atau diubah (SDP) dari tahap desain layanan, pengujian untuk memastikan bahwa itu benar memenuhi kebutuhan bisnis, dan menggunakan itu dalam lingkungan produksi.

Beberapa proses yang dijelaskan dalam fase ini juga digunakan dalam tahapan lain, dalam pengetahuan khususnya layanan, perubahan dan aset layanan dan manajemen konfigurasi.

- Maksud dan Tujuan

Menetapkan harapan pelanggan tentang bagaimana layanan baru atau diubah         akanmemungkinkan perubahan bisnis;

• Memungkinkan pelanggan untuk mengintegrasikan rilis mulus ke dalam bisnis mereka.
• Mengurangi variasi dalam kinerja diprediksi dan aktual dari layanan setelah mereka diperkenalkan.
• Mengurangi kesalahan dikenal dan meminimalkan risiko dari perubahan.
• Memastikan bahwa layanan dapat digunakan dalam cara di mana diperlukan.

- Tantangan

Membangun transisi layanan yang efektif dapat menantang. Berikut ini adalah beberapa masalah yang bisa timbul dan perlu dikelola :
·       Memastikan bahwa semua aktivitas perubahan didorong melalui transisi layanan.
·  Menyeimbangkan kebutuhan yang berkembang dari bisnis terhadap kebutuhan untuk melindungi layanan hidup (yaitu menjadi responsif sambil mempertahankan perlindungan yang sesuai).

·     Mengintegrasikan dengan pengembangan dan proyek siklus hidup yang secara tradisional independen.
·      Memiliki wewenang dan pemberdayaan yang tepat untuk menjalankan proses seperti yang didefinisikan.
·   Mengelola persepsi masyarakat sehingga proses tidak dilihat sebagai penghalang untuk mengubah atau sebagai lebih birokrasi.

- Peran

Manajer layanan transisi bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengkoordinasikan sumber daya untuk menyebarkan rilis utama dalam biaya, waktu dan kualitas estimasi diprediksi.


Daftar Pustaka:

http://takanlupa.blogspot.co.id/2016/06/layanan-desain.html
https://www.s-notess.tk/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html
http://firamdhny.blogspot.co.id/2017/04/layanan-transisi.html






Senin, 23 April 2018

Manajemen Layanan Sistem Informasi #

Nama : Fernando Andreas
Kelas : 2KA23
Npm: 12116799
Dosen: Siti Rahma


Strategi Layanan


*Pengantar*

Manajemen layanan Sistem Informasi atau IT Service Management (ITSM) Mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memenuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi . ITSM sangat penting untuk perusahaan karena umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Layanan TI juga bertindak sebagai agen perubahan untuk memfasilitasi transformasi bisnis.Manajemen Layanan Sistem Informasi dapat membantu penyedia lyanan untuk memberikan dan mengelola layanan ini. Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak.

*Tata Kelola Strategi Layanan*

1.     Organ utama tata kelola adalah Dewan Komisioner; yang bersifat kolektif kolegial
2.     Organ pendukung tata kelola adalah Sekretariat, Dewan Audit, Komite Etik dan komite lainnya;
3.     Infrastruktur tata kelola terdiri dari pedoman (code), piagam (charter), peraturan, prosedur (SOP) dan sistem informasi sebagai acuan di dalam menjalankan fungsi dan tugas, serta menerbitkan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan.

*Jenis Penyedia Jasa Layanan TI*

Manajemen Pelayanan Sebagai Aset Strategis
Adalah awal dari sebuah proses peningkatan manajemen aset yang berkelanjutan untuk memastikan manajemen yang mampu memberikan layanan yang berkualitas. Hal ini dapat dibangun secara efektif dengan manajemen aset yang mengkombinasikan manajemen, keuangan, ekonomi, teknik dan praktek lainnya untuk aset tersebut.
Tujuan dari manajemen aset strategi menurut Departement of Treasury and Finance Tasmania Government adalah untuk memaksimalkan potensi pelayanan aset, mengurangi permintaan aset baru, mencapai value for money yang lebih besar, mengeliminasi pengadaan dan kepemilikan aset yang tidak dibutuhkan dan memfokuskan perhatian pada hasil. Manajemen aset strategik dilengkap dengan sebuah kerangka yang dapat membuat setiap kegiatan dalam siklus hidup aset menjadi lebih baik. Hal utama dari kerangka ini adalah bahwa manajemen aset strategi  harus konsisten dengan misi perusahaan dan terintergrasi dengan komponen manajemen strategis lain.
Ada dua komponen strategi pelayanan. 
Strategi pelayanan yang jelas tentang pengembangan strategi untuk pengiriman layanan tertentu, tetapi ada juga strategi pengembangan manajemen pelayanan sebagai kompetensi untuk memberikan pelayanan sebagai bagian dari strategi bisnis dan sebagai dasar untuk pemerintahan yang baik . Pengembangan manajemen pelayanan sebagai aset strategis merupakan pusat strategi pelayanan .

*Empat P Strategi*

A.Perspective (Perspektif)  
Adalah visi dan arah Anda untuk layanan yang akan Anda berikan, dan dicapai melalui percakapan dengan pemangku kepentingan Anda.
B. Position (Posisi) 
Adalah bagaimana Anda akan membedakan dari pesaing Anda; yaitu, apa proposisi nilai unik Anda? Karena posisi suara memandu Anda dalam hal apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan berdasarkan kemampuan Anda untuk membedakan diri dari kompetisi.
C. Plan (Rencana) 
Menggambarkan bagaimana Anda akan mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Ini berfokus pada anggaran keuangan, portofolio layanan Anda, pengembangan layanan baru, investasi dalam aset layanan dan rencana perbaikan.
D. Pattern (Pola) 
Merepresentasikan keputusan dan tindakan konsisten sepanjang waktu; yaitu, cara fundamental organisasi dalam melakukan sesuatu. Itu tertanam dalam cara Anda berbisnis. Sistem manajemen, organisasi, kebijakan, proses, jadwal, dan anggaran semuanya memiliki pola yang dapat dibedakan. Pola dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif.

*Manajemen Layanan sebagai Aset Strategi*

Penggunaan ITIL dapat mengubah kemampuan manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan Manajemen Layanan untuk memberikan dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari: 

-    Kapabilitas
Kemampuan penyedia layanan (dalam hal manajemen, organisasi proses, pengetahuan dan orang‐orang) untuk mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya 
-    Sumber daya
Masukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi dan orang‐orang.
Selain itu Manajemen Layanan nantinya atau bahkan sudah menggunakan proses otomatisasi yang menjadi bagian dari asset strategis untuk menghemat sumber daya manusia. Proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki sistem kerja sistematis. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan tenaga manusia, yang tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri dikemudian harinya.
*Mengembangkan Strategi untuk Layanan Khusus*
Pada dasarnya, manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan diorganisasikan untuk memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Secara koseptual, bidang garapan Manajemen Layanan Khusus Sekolah diantaranya meliputi: manajemen layanan bimbingan konseling, layanan perpustakaan sekolah, layanan kesehatan, layanan asrama, dan manajemen layanan kafetaria/kantin sekolah. Layanan-layanan tersebut harus di kelola secara baik dan benar sehingga dapat membantu memperlancar pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.

*Aset Layanan*

Aset merupakan bagian penting dalam sebuah perusahaan. Dengan adanya aset yang dimiliki perusahaan, bisnis dapat terus beroperasi dengan lancar. Aset bukan hanya dalam bentuk uang tunai, tanah, bangunan, peralatan, ataupun perlengkapan. Namun aset juga dapat berupa sumber daya manusia seperti karyawan dan pelanggan. Dua aset tersebutlah yang dapat membantu bisnis terus beroperasi dengan lancar. Lalu, apa pentingnya kedua aset ini dalam suatu perusahaan? Simak jawabannya di bawah ini.
Karyawan sebagai Aset Perusahaan
Karyawan adalah salah satu aset terpenting bagi perusahaan. Dengan kepuasan dari karyawan terhadap perusahaan, tidak menutup kemungkinan bagi karyawan untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tak hanya itu, karyawan juga memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis perusahaan, seperti:

·         Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, setiap karyawan memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan ini, karyawan dapat meningkatkan kualitas kerja mereka masing-masing yang secara otomatis juga dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

·         Memberikan Inovasi Baru, perusahaan terkadang mengalami jalan buntu ketika ingin mengembangkan bisnisnya, disinilah peran penting seorang karyawan. Dengan kreativitas karyawan, perusahaan dapat membuat inovasi dalam bisnisnya yang tentunya akan memengaruhi keberlangsungan dan juga perkembangan bisnis.

·         Menjaga Citra Perusahaan, karyawan sangat berpengaruh dalam menjalin hubungan antara pihak internal maupun eksternal. Dengan adanya hubungan baik yang dijalin antara karyawan dan pihak lain, perusahaan akan mendapatkan citra yang baik juga dari pihak-pihak tersebut.
Pelanggan sebagai Aset Perusahaan
Selain karyawan, pelanggan juga merupakan aset penting bagi perusahaan. Suatu bisnis tidak akan dapat berjalan tanpa adanya pelanggan. Perusahaan dapat kehilangan barang dagang dan aset fisik lainnya, namun ketika perusahaan masih memiliki pelanggan, terutama yang loyal terhadap perusahaan, bisnis akan terus berjalan.

·         Menambah Pendapatan Perusahaan, tanpa adanya pelanggan, perusahaan tidak akan mendapatkan pendapatan. Hal ini tentu membuat buruknya arus kas pada suatu bisnis yang juga dapat menghambat perkembangan bisnis dan mengganggu operasional bisnis.

·         Memberikan Insight Baru, pelanggan yang loyal terhadap perusahaan biasanya akan memberikan informasi tentang apa yang mereka butuhkan. Dari informasi tersebut, perusahaan dapat mengembangkan produknya dan memanfaatkan peluang yang ada sesuai kebutuhan pelanggan.

·         Menjadi Inspirasi Perusahaan, perusahaan yang mengenal pelanggannya dengan baik dapat lebih mudah melihat dan menemukan hal-hal baru. Temuan ini dapat digunakan perusahaan untuk mendapatkan ide-ide baru yang fresh untuk membuat sebuah inovasi dari segi produk, pemasaran, pelayanan, dan lain sebagainya.

*Proses Pengelolaan Layanan Otomasasi*

Konsep Otomatisasi Jaringan
Sebuah konsep otomatisasi jaringan harus dapat menggambarkan secara jelas mengenai metodologi, proses, dan teknologi yang dibutuhkan. Hal ini juga dapat membantu team IT perusahaan dalam mengotomatisasi konfigurasi dan manajemen perangkat jaringan. Pada akhirnya, otomatisasi jaringan dapat meningkatkan ketersediaan layanan jaringan dan memudahkan pengelolaan jaringan virtual di perusahaan anda.
Otomatisasi jaringan menggunakan beberapa perangkat software untuk merancang dan mengimplementasikan konsep otomatisasi jaringan Anda sendiri. Anda dapat mulai mengotomasi beberapa secara manual. Tujuan menggunakan konsep otomatisasi jaringan adalah untuk mengoptimalkan kemampuan, efektifitas operasional jaringan, dan efisiensi.
Untuk mengaktifkan penggunaan satu alat manajemen konfigurasi di data center perusahaan anda, ada beberapa tools untuk yang menyediakan akses admin ke sumber daya jaringan yang perlu untuk dikelola, misalnya: antarmuka jaringan, VLAN, SNMP dan banyak lagi.
Vendor bebas untuk menerapkan jenis dan penyedia mereka sendiri. Dalam beberapa kasus, jenis dari vendor ini dapat menduplikasi fungsi yang ditemukan, tetapi lebih sering kita harapkan fungsi ini menjadi aditif. Beberapa vendor sedang mengembangkan jenis dan penyedia khusus untuk peralatan jaringan mereka. Vendor ini ingin memastikan bahwa pelanggan mereka dapat memperoleh nilai maksimal dari investasi mereka dalam hardware dan software untuk menerapkan suatu konsep otomatisasi jaringan.
Sebagai contoh penerapan konsep otomatisasi jaringan, mari kita amati sebuah contoh tugas kecil. Ini merupakan langkah awal yang khas ketika mengadopsi otomatisasi jaringan. Di samping meningkatkan efisiensi dan kualitas, ini juga dapat memberikan jalan kembali ke beberapa waktu, sehingga Anda dapat lebih mengeksplorasi dan memperoleh manfaat dari otomatisasi jaringan. Anda dapat menemui beberapa contoh tugas kecil tersebut melalui berbagai kegiatan yang diperlukan untuk mendorong layanan jaringan secara bersama. Seperti pada siklus kehidupan desain awal dan rekayasa, melalui peluncuran, pengujian, verifikasi, pemantauan, pemecahan masalah, dan optimasi.
Untuk memulai dengan hal tersebut, berikut yang harus dipenuhi:

·        Sebuah titik awal yang jelas
·        Sebuah hasil yang diinginkan (apa sebetulnya masalah yang akan Anda coba untuk atasi?)
·        Pemahaman prosedur yang baik
·        Semua input yang diperlukan secara lokal yang tersedia pada router atau switch
·        Semua tindakan dan output berlaku secara lokal pada router atau switch
      Kemudian anda dapat menggunakan kekuatan otomatisasi jaringan tidak hanya pada jaringan yang ada, tapi anda dapat menggunakan fleksibilitas tambahan dan kustomisasi untuk menyesuaikan desain jaringan Anda berikutnya dengan kebutuhan spesifik dari bisnis Anda.


      DAFTAR PUSTAKA
      http://www.bmc.com/blogs/friday-focus-on-itil-part-four-4-ps-of-strategy/
     https://adrivit.wordpress.com/2016/04/27/penyedia-layanan-ti/
     http://azizmusyaffaa.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-strategi-layanan-dan.htmlhttps
/    /www.ojk.go.id/id/tentang-ojk/Pages/Tata-Kelola.aspx
     https://www.scribd.com/document/283402373/Sop-Pasien-Resiko-Jatuh
     http://usahaeko.blogspot.co.id/2013/07/manajemen-umun-pwndidikan-layanan-khusus.html
     http://www.mobnasesemka.com/konsep-otomatisasi-jaringan/
     https://www.jurnal.id/id/blog/2017/2-aset-penting-yang-wajib-di-jaga-perusahaan




Rangkuman Audit TI dan Metode Audit TI

Rangkuman Audit TI Metode Audit TI