Senin, 23 April 2018

Manajemen Layanan Sistem Informasi #

Nama : Fernando Andreas
Kelas : 2KA23
Npm: 12116799
Dosen: Siti Rahma


Strategi Layanan


*Pengantar*

Manajemen layanan Sistem Informasi atau IT Service Management (ITSM) Mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memenuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi . ITSM sangat penting untuk perusahaan karena umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Layanan TI juga bertindak sebagai agen perubahan untuk memfasilitasi transformasi bisnis.Manajemen Layanan Sistem Informasi dapat membantu penyedia lyanan untuk memberikan dan mengelola layanan ini. Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak.

*Tata Kelola Strategi Layanan*

1.     Organ utama tata kelola adalah Dewan Komisioner; yang bersifat kolektif kolegial
2.     Organ pendukung tata kelola adalah Sekretariat, Dewan Audit, Komite Etik dan komite lainnya;
3.     Infrastruktur tata kelola terdiri dari pedoman (code), piagam (charter), peraturan, prosedur (SOP) dan sistem informasi sebagai acuan di dalam menjalankan fungsi dan tugas, serta menerbitkan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan.

*Jenis Penyedia Jasa Layanan TI*

Manajemen Pelayanan Sebagai Aset Strategis
Adalah awal dari sebuah proses peningkatan manajemen aset yang berkelanjutan untuk memastikan manajemen yang mampu memberikan layanan yang berkualitas. Hal ini dapat dibangun secara efektif dengan manajemen aset yang mengkombinasikan manajemen, keuangan, ekonomi, teknik dan praktek lainnya untuk aset tersebut.
Tujuan dari manajemen aset strategi menurut Departement of Treasury and Finance Tasmania Government adalah untuk memaksimalkan potensi pelayanan aset, mengurangi permintaan aset baru, mencapai value for money yang lebih besar, mengeliminasi pengadaan dan kepemilikan aset yang tidak dibutuhkan dan memfokuskan perhatian pada hasil. Manajemen aset strategik dilengkap dengan sebuah kerangka yang dapat membuat setiap kegiatan dalam siklus hidup aset menjadi lebih baik. Hal utama dari kerangka ini adalah bahwa manajemen aset strategi  harus konsisten dengan misi perusahaan dan terintergrasi dengan komponen manajemen strategis lain.
Ada dua komponen strategi pelayanan. 
Strategi pelayanan yang jelas tentang pengembangan strategi untuk pengiriman layanan tertentu, tetapi ada juga strategi pengembangan manajemen pelayanan sebagai kompetensi untuk memberikan pelayanan sebagai bagian dari strategi bisnis dan sebagai dasar untuk pemerintahan yang baik . Pengembangan manajemen pelayanan sebagai aset strategis merupakan pusat strategi pelayanan .

*Empat P Strategi*

A.Perspective (Perspektif)  
Adalah visi dan arah Anda untuk layanan yang akan Anda berikan, dan dicapai melalui percakapan dengan pemangku kepentingan Anda.
B. Position (Posisi) 
Adalah bagaimana Anda akan membedakan dari pesaing Anda; yaitu, apa proposisi nilai unik Anda? Karena posisi suara memandu Anda dalam hal apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan berdasarkan kemampuan Anda untuk membedakan diri dari kompetisi.
C. Plan (Rencana) 
Menggambarkan bagaimana Anda akan mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Ini berfokus pada anggaran keuangan, portofolio layanan Anda, pengembangan layanan baru, investasi dalam aset layanan dan rencana perbaikan.
D. Pattern (Pola) 
Merepresentasikan keputusan dan tindakan konsisten sepanjang waktu; yaitu, cara fundamental organisasi dalam melakukan sesuatu. Itu tertanam dalam cara Anda berbisnis. Sistem manajemen, organisasi, kebijakan, proses, jadwal, dan anggaran semuanya memiliki pola yang dapat dibedakan. Pola dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif.

*Manajemen Layanan sebagai Aset Strategi*

Penggunaan ITIL dapat mengubah kemampuan manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan Manajemen Layanan untuk memberikan dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari: 

-    Kapabilitas
Kemampuan penyedia layanan (dalam hal manajemen, organisasi proses, pengetahuan dan orang‐orang) untuk mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya 
-    Sumber daya
Masukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi dan orang‐orang.
Selain itu Manajemen Layanan nantinya atau bahkan sudah menggunakan proses otomatisasi yang menjadi bagian dari asset strategis untuk menghemat sumber daya manusia. Proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki sistem kerja sistematis. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan tenaga manusia, yang tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri dikemudian harinya.
*Mengembangkan Strategi untuk Layanan Khusus*
Pada dasarnya, manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan diorganisasikan untuk memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Secara koseptual, bidang garapan Manajemen Layanan Khusus Sekolah diantaranya meliputi: manajemen layanan bimbingan konseling, layanan perpustakaan sekolah, layanan kesehatan, layanan asrama, dan manajemen layanan kafetaria/kantin sekolah. Layanan-layanan tersebut harus di kelola secara baik dan benar sehingga dapat membantu memperlancar pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.

*Aset Layanan*

Aset merupakan bagian penting dalam sebuah perusahaan. Dengan adanya aset yang dimiliki perusahaan, bisnis dapat terus beroperasi dengan lancar. Aset bukan hanya dalam bentuk uang tunai, tanah, bangunan, peralatan, ataupun perlengkapan. Namun aset juga dapat berupa sumber daya manusia seperti karyawan dan pelanggan. Dua aset tersebutlah yang dapat membantu bisnis terus beroperasi dengan lancar. Lalu, apa pentingnya kedua aset ini dalam suatu perusahaan? Simak jawabannya di bawah ini.
Karyawan sebagai Aset Perusahaan
Karyawan adalah salah satu aset terpenting bagi perusahaan. Dengan kepuasan dari karyawan terhadap perusahaan, tidak menutup kemungkinan bagi karyawan untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tak hanya itu, karyawan juga memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis perusahaan, seperti:

·         Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, setiap karyawan memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan ini, karyawan dapat meningkatkan kualitas kerja mereka masing-masing yang secara otomatis juga dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

·         Memberikan Inovasi Baru, perusahaan terkadang mengalami jalan buntu ketika ingin mengembangkan bisnisnya, disinilah peran penting seorang karyawan. Dengan kreativitas karyawan, perusahaan dapat membuat inovasi dalam bisnisnya yang tentunya akan memengaruhi keberlangsungan dan juga perkembangan bisnis.

·         Menjaga Citra Perusahaan, karyawan sangat berpengaruh dalam menjalin hubungan antara pihak internal maupun eksternal. Dengan adanya hubungan baik yang dijalin antara karyawan dan pihak lain, perusahaan akan mendapatkan citra yang baik juga dari pihak-pihak tersebut.
Pelanggan sebagai Aset Perusahaan
Selain karyawan, pelanggan juga merupakan aset penting bagi perusahaan. Suatu bisnis tidak akan dapat berjalan tanpa adanya pelanggan. Perusahaan dapat kehilangan barang dagang dan aset fisik lainnya, namun ketika perusahaan masih memiliki pelanggan, terutama yang loyal terhadap perusahaan, bisnis akan terus berjalan.

·         Menambah Pendapatan Perusahaan, tanpa adanya pelanggan, perusahaan tidak akan mendapatkan pendapatan. Hal ini tentu membuat buruknya arus kas pada suatu bisnis yang juga dapat menghambat perkembangan bisnis dan mengganggu operasional bisnis.

·         Memberikan Insight Baru, pelanggan yang loyal terhadap perusahaan biasanya akan memberikan informasi tentang apa yang mereka butuhkan. Dari informasi tersebut, perusahaan dapat mengembangkan produknya dan memanfaatkan peluang yang ada sesuai kebutuhan pelanggan.

·         Menjadi Inspirasi Perusahaan, perusahaan yang mengenal pelanggannya dengan baik dapat lebih mudah melihat dan menemukan hal-hal baru. Temuan ini dapat digunakan perusahaan untuk mendapatkan ide-ide baru yang fresh untuk membuat sebuah inovasi dari segi produk, pemasaran, pelayanan, dan lain sebagainya.

*Proses Pengelolaan Layanan Otomasasi*

Konsep Otomatisasi Jaringan
Sebuah konsep otomatisasi jaringan harus dapat menggambarkan secara jelas mengenai metodologi, proses, dan teknologi yang dibutuhkan. Hal ini juga dapat membantu team IT perusahaan dalam mengotomatisasi konfigurasi dan manajemen perangkat jaringan. Pada akhirnya, otomatisasi jaringan dapat meningkatkan ketersediaan layanan jaringan dan memudahkan pengelolaan jaringan virtual di perusahaan anda.
Otomatisasi jaringan menggunakan beberapa perangkat software untuk merancang dan mengimplementasikan konsep otomatisasi jaringan Anda sendiri. Anda dapat mulai mengotomasi beberapa secara manual. Tujuan menggunakan konsep otomatisasi jaringan adalah untuk mengoptimalkan kemampuan, efektifitas operasional jaringan, dan efisiensi.
Untuk mengaktifkan penggunaan satu alat manajemen konfigurasi di data center perusahaan anda, ada beberapa tools untuk yang menyediakan akses admin ke sumber daya jaringan yang perlu untuk dikelola, misalnya: antarmuka jaringan, VLAN, SNMP dan banyak lagi.
Vendor bebas untuk menerapkan jenis dan penyedia mereka sendiri. Dalam beberapa kasus, jenis dari vendor ini dapat menduplikasi fungsi yang ditemukan, tetapi lebih sering kita harapkan fungsi ini menjadi aditif. Beberapa vendor sedang mengembangkan jenis dan penyedia khusus untuk peralatan jaringan mereka. Vendor ini ingin memastikan bahwa pelanggan mereka dapat memperoleh nilai maksimal dari investasi mereka dalam hardware dan software untuk menerapkan suatu konsep otomatisasi jaringan.
Sebagai contoh penerapan konsep otomatisasi jaringan, mari kita amati sebuah contoh tugas kecil. Ini merupakan langkah awal yang khas ketika mengadopsi otomatisasi jaringan. Di samping meningkatkan efisiensi dan kualitas, ini juga dapat memberikan jalan kembali ke beberapa waktu, sehingga Anda dapat lebih mengeksplorasi dan memperoleh manfaat dari otomatisasi jaringan. Anda dapat menemui beberapa contoh tugas kecil tersebut melalui berbagai kegiatan yang diperlukan untuk mendorong layanan jaringan secara bersama. Seperti pada siklus kehidupan desain awal dan rekayasa, melalui peluncuran, pengujian, verifikasi, pemantauan, pemecahan masalah, dan optimasi.
Untuk memulai dengan hal tersebut, berikut yang harus dipenuhi:

·        Sebuah titik awal yang jelas
·        Sebuah hasil yang diinginkan (apa sebetulnya masalah yang akan Anda coba untuk atasi?)
·        Pemahaman prosedur yang baik
·        Semua input yang diperlukan secara lokal yang tersedia pada router atau switch
·        Semua tindakan dan output berlaku secara lokal pada router atau switch
      Kemudian anda dapat menggunakan kekuatan otomatisasi jaringan tidak hanya pada jaringan yang ada, tapi anda dapat menggunakan fleksibilitas tambahan dan kustomisasi untuk menyesuaikan desain jaringan Anda berikutnya dengan kebutuhan spesifik dari bisnis Anda.


      DAFTAR PUSTAKA
      http://www.bmc.com/blogs/friday-focus-on-itil-part-four-4-ps-of-strategy/
     https://adrivit.wordpress.com/2016/04/27/penyedia-layanan-ti/
     http://azizmusyaffaa.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-strategi-layanan-dan.htmlhttps
/    /www.ojk.go.id/id/tentang-ojk/Pages/Tata-Kelola.aspx
     https://www.scribd.com/document/283402373/Sop-Pasien-Resiko-Jatuh
     http://usahaeko.blogspot.co.id/2013/07/manajemen-umun-pwndidikan-layanan-khusus.html
     http://www.mobnasesemka.com/konsep-otomatisasi-jaringan/
     https://www.jurnal.id/id/blog/2017/2-aset-penting-yang-wajib-di-jaga-perusahaan




Senin, 19 Maret 2018

Manajement Layanan Sistem Informasi

Nama: Fernando Andreas
Kelas: 2KA23
NPM: 12116799
Dosen: Siti Rahma

Universitas Gunadarma

* Apa itu Manajemen Layanan?

manajemen pelayanan adalah seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan hasil kepada pelanggan dalam bentuk layanan. “Kemampuan Khusus Organisasi” ini meliputi proses, kegiatan, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan dalam memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai.
Meskipun tidak ada definisi tunggal profesi, profesi diterima secara luas bahwa kata profesi berlaku di mana sekelompok orang berbagi standar umum dan disiplin berdasarkan tingkat tinggi pengetahuan dan keterampilan, yang diperoleh dari skema pendidikan terorganisir didukung oleh pelatihan melalui pengalaman dan diukur dan diakui melalui kualifikasi formal. Selain itu, profesi berusaha untuk menggunakan pengaruhnya melalui pengembangan pedoman praktik yang baik dan saran dalam rangka meningkatkan standar kinerja di bidang yang diberikan.
manajemen layanan memiliki hak yang jelas untuk menganggap dirinya sebagai sebuah profesi, dan latihan disiplin manajemen pelayanan sebagai praktek profesional dilakukan dan didukung oleh komunitas global ditarik dari semua sektor pasar. Ada tubuh yang kaya pengetahuan dan pengalaman termasuk skema formal untuk pendidikan individu.

 * Kerangka ITIL

IT Infrastructure Library (ITIL) merupakan standar yang dikeluarkan pemerintah United Kingdom (UK) sebagai kerangka kerja yang diacu oleh best practice proses dan prosedur manajemen operasional. Lebih spesifik, ITIL terutama memfokuskan terhadap pendefinisian fungsi, operasional dan atribut organisasi yang diperlukan agar manajemen operasional dapat dioptimasi secara penuh ke dalam dua kategori utama pengelolaan Aktivitas TI dalam perusahaan yaitu: Service Support Management dan Service Delivery Management.
Berikut ini gambar kerangka ITIL
ITIL-url
*Inti ITIL
Ini merupakan inti dari ITIL Service Life Cycle yang memberikan panduan kepada pengimplementasian ITSM . Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar konsep ITSM, acuan, serta proses-proses inti.
Proses di dalamnya yaitu:
·         Service Portofolio Management
·         Financial Management
·         Demand Management
*Model Pengelolaan Layanan ITIL
TSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.
Sesuai dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa perangkat lunak.

Layanan LIFECYCLE

-Strategi Layanan

  • Mendorong Adopsi pelanggan
  • Mengeluarkan Biaya yang besar dalam promosi untuk menciptakan kesadaran pada produk dan juga untuk memberitahukan produk barunya kepada masyarakat
  • Menggunakan strategi Harga Peluncuran (skimming) atau Harga Penetrasi (Penetration)
  • Distribusi yang terfokus (pada wilayah yang terbatas)
-Resiko 

Resiko adalah suatu umpan balik negatif yang timbul dari suatu kegiatan dengan tingkat probabilitas berbeda untuk setiap kegiatan[4]. Pada dasarnya resiko dari suatu kegiatan tidak dapat dihilangkan akan tetapi dapat diperkecil dampaknya terhadap hasil suatu kegiatan. Proses menganalisa serta memperkirakan timbulnya suatu resiko dalam suatu kegiatan disebut sebagai manajemen resiko.
Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi yang bergerak sangat cepat dewasa ini, pengembangan unit usaha yang berupaya menerapkan sistem informasi dalam organisasinya telah menjadi kebutuhan dasar dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi pola pembangunan sistem informasi yang mengindahkan faktor resiko telah menyebabkan beberapa organisasi mengalami kegagalan menerapkan teknologi informasi tersebut, atau meningkatnya nilai investasi dari plafon yang seharusnya, hal ini juga dapat menghambat proses pencapaian misi organisasi.

Pada dasarnya, faktor resiko dalam suatu perencanaan sistem informasi, dapat diklasifikasikan ke dalam 4 kategori resiko, yaitu :

a. Catastrophic (Bencana)
b. Critical (Kritis)
c. Marginal (kecil)
d. Negligible (dapat diabaikan)

-Jenis Penyedia Layanan IT

Manajemen pelayanan atau Service Management adalah seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan nilai kepada pelanggan dalam bentuk jasa. Manajemen service memungkinkan penyedia layanan untuk :
  • Memahami jasa yang mereka sediakan baik dari perspektif konsumen dan penyedia
  • Memastikan bahwa layanan ini benar-benar memfasilitasi hasil yang diinginkan
  • Memahami nilai dari layanan kepada pelanggan mereka dan karenanya kepentingan relatif mereka
  • Memahami dan mengelola semua biaya dan risiko yang berkaitan dengan pemberian jasa tersebut.
Hal ini 'khusus kemampuan organisasi' meliputi proses, kegiatan, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia jasa dalam memberikan jasa kepada customers mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan, dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai.

1. Pengamatan Lingkungan,

Pengamatan lingkungan ini didasarkan pada faktor-faktor strategi yang sering disebut dengan S.w.o.t, yang merupakan singkatan dari strenghts (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities ( peluang), threats (ancaman). Pengalamatan lingkungan secara garis besarnya, terdiri dari 2 jenis analisis yang harus dilakukan yaitu:

A. Analisis Lingkungan Eksternal

B. Analisis Lingkungan Internal


2. Perumusan Strategi

Setelah kita melakukan pengamatan lingkungan, kita harus mengevaluasi interaksinya dan menentukan misi perusahan berdasarkan pada analisis pengamatan yang kita lakukan. Perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang perusahaan yang didasarkan pada pengamatan lingkungan yang bertolak ukur pada faktor-faktor strategi. Perumusan strategi pada dasarnya dibagi menjadi 3 bagian:

-Menetapkan misi
-Tujuan
-Strategi
-Kebijakan

3. Implementasi Strategi

Jika planning atau perencanaan yang sudah kita buat tidak dijalankan, tidak akan ada gunanya planning tersebut. Implementasi strategi adalah proses mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan nyata, melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Oleh karena itu wujudkanlah planing tersebut kedalam wujud nyata sesua dengan yang telah ditetapkan di awal. Setelah melakukan perumusan strategi terhadap perusahaan, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya kedalam wujud nyata.

4. Evaluasi Dan Pengendalian

Setelah mengimplementasikan planning perusahaan kedalam wujud nyata, dalam selang waktu yang telah ditetapkan lakukanlah evaluasi untuk menilai pengendalian aktivitas perusahaan tersebut sudah tepat sasaran atau tidak. Evaluasi dan pengendalian adalah proses yang melalui aktivitas-aktivitas perusahaan, serta hasil kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan. Semua level yang ada diperusahaan menggunakan informasi hasil kerja tersebut untuk melakukan perbaikan tindakan dan memecahkan masalah.Evaluasi juga dapat menunjukan secara tepat kelemahan-kelemahan dalam implementasi strategi sebelumnya dan mendorong proses keseluruhan untuk dimulai kembali.

-Manaj.Pelayanan Sebagai Aset Strategi

Strategi manajemen aset adalah proses yang berkelanjutan untuk menentukan rentang dan tingkat aset yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategis (Clarence Valley Council, 2007). Review manajemen aset strategis adalah awal dari sebuah proses peningkatan manajemen aset yang berkelanjutan untuk memastikan manajemen yang mampu memberikan layanan yang berkualitas. Hal ini dapat dibangun secara efektif dengan manajemen aset yang mengkombinasikan manajemen, keuangan, ekonomi, teknik dan praktek lainnya untuk aset tersebut.

Strategi manajemen aset harus melingkupi:
1.     Berasal dari kebijakan pengelolaan aset dan rencana strategis organisasi;
2.      Konsisten dengan kebijakan dan strategi organisasi;
3.      Mengidentifikasi dan mempertimbangkan persyaratan stakeholder yang relevan;
4.      Mempertimbangkan persyaratan manajemen siklus hidup aset;
5.      Memperhitungkan risiko aset aset terkait dan criticalities sistem aset;

Strategi manajemen aset akan menentukan wewenang dan tanggung jawab untuk tindakan sehubungan dengan kegiatan pengelolaan aset. Strategi manajemen aset menyediakan pendekatan yang komprehensif untuk pengelolaan aset infrastruktur dan lahan dengan mengidentifikasi dan menanggapi sejumlah driverbisnis internal dan eksternal yang dihadapi manajemen.

-Mengotomatisasi Proses Pelayanan

*Munculnya Service Lifecycle Management
Banyak organisasi mulai menyadari dan menghargai pentingnya bisnis yang berpusat pada konsumen (customer-centric business). Service Lifecycle Management (SLM) adalah strategi bisnis yang mendorong organisasi layanan untuk secara proaktif mencermati peluang layanan sebagai sebuah siklus hidup (bukan sebagai rangkaian tersendiri dari kemampuan-kemampuan diskrit) seperti penyediaan desktop virtual dan jaringan cloud. Singkatnya, SLM menggabungkan setiap tindakan berbasis layanan ke dalam alur kerja dan proses bisnis.
SLM juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan pendekatan yang fokus pada pelanggan dalam memberikan teknologi informasi, saat organisasi terus mencari cara untuk beradaptasi dengan kebutuhan dinamis pelanggan mereka.
*Bagaimana Service Lifecycle Management melaksanakannya?
Berbagai teknologi dan solusi yang datang bersamaan, antara lain cloud, virtualisasi dan manajemen mobilitas, dan memberdayakan karyawan untuk memilih kapan, bagaimana dan dengan perangkat apa mereka akan bekerja, telah menjadi lebih kompleks. Namun fleksibilitas ini mendorong produktivitas bisnis, sehingga harus dirangkul.
*Standardisasi adalah kunci
Dengan standarisasi dan otomatisasi desain, penggelaran, manajemen dan pemantauan dari berbagai solusi TI secara berkelanjutan, akan tercipta potensi untuk meluas ke berbagai jenis cloud, serta infrastruktur virtualnya. Dengan mengoptimalkan semua teknologi dan solusi ke dalam satu sistem lintas-fungsi, organisasi dapat fokus pada pertumbuhan strategis dan profitabilitas, serta nilai bagi pelanggan. Model SLM yang didesain sekali dan bisa digelar dimana saja dapat secara dramatis menyederhanakan dan mengotomatisasi pengelolaan beberapa cloud dan memudahkan tugas TI. Munculnya SLM dalam pengelolaan cloud, meski masih pada tahap awal, namun merupakan wilayah yang menarik untuk diperhatikan.

Daftar Pustaka











Senin, 22 Januari 2018

All About Viviyona Apriani

V V Y N (Viviyona Apriani JKT48)
Arr: Rangga Pranendra

Bintang di depan matamu
terkadang hilang dan tak tergapai
Ada kalanya kita menyerah
mengejar mimpi

Namun dari lubuk jiwa
dengar semesta membisikkannya
Sebuah nama yang 'kan membuka 
semua rahasia

VIVIYONA APRIANI
T'RIMA KASIH ATAS SEMANGATMU
HANYA SATU ALASANKU
BERJALAN LAGI TAK BERHENTI

Raga mungkin tak s'lamanya
temani hingga ke ujung waktu
Namun suaramu menuntun langkahku
menuju padamu

VIVIYONA APRIANI
TAK TERGOYAHKAN JARAK YANG JAUH
DI MATAMU, DI HATIKU
RUANG DAN WAKTU BERSATU

VIVIYONA APRIANI
WALAU HANYA HAL YANG SEDERHANA
SATU KETUK DI PINTU BATINKU
KAU AJARKAN ARTI BAHAGIA

Satu rasa ini
kupastikan hanya untukmu
Ku yakin engkau rasakan juga
saat kedua mata bertemu

VIVIYONA APRIANI
GENGGAM AKU, TAKKAN KULEPASKAN
HINGGA BAHU PUN DITEPUK
NANTI KU PASTI KEMBALI

VIVIYONA APRIANI
KEBERADAAN YANG KUSADARI
TATAP LEMBUT YANG MELUKIS ARTI
TENTANG SATU JAWABAN MIMPI

(Dari lubuk jiwa, dengarlah semesta membisikkan nama)


----------------
Hasil gambar untuk viviyona apriani



Rangkuman Audit TI dan Metode Audit TI

Rangkuman Audit TI Metode Audit TI